Identitas: Kunci Terbentuknya Kebiasaan
Identitas: Kunci Terbentuknya Kebiasaan Membentuk kebiasaan tidaklah mudah. Apa lagi mengubah kebiasaan yang sudah ada. Padahal, kunci semua pencapaian adalah memiliki kebiasaan yang efektif. Ingin menghasilkan buku? Miliki kebiasaan menulis. Ingin langsing? Miliki kebiasaan berolahraga. Ingin menjual lebih banyak? Miliki kebiasaan follow up. Semua orang tahu hal ini. Namun, tidak semua orang yang tahu melakukannya bukan? Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena target perubahan yang kita buat baru di level perilaku. Padahal untuk menciptakan kebiasaan, kita perlu melakukan perubahan di level identitas. Perubahan di level perilaku misalnya: Saya ingin menulis rutin. Saya harus berolahraga teratur. Saya seharusnya lebih sering follow up calon pembeli potensial. Namun, target perubahan di level ini seringkali tidak menetap. Tidak bertransformasi menjadi kebiasaan karena identitas kita tidak ikut berubah. Apa yang dimaksud dengan perubahan di level identitas? Coba Anda ingat-ingat, pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang sangat cepat dalam membaca buku? Bukan hanya menyelesaikannya namun juga memahaminya. Coba tanyakan apa tipsnya. Jangan heran kalau dia menjawab dengan kalimat: “Saya ini tipe orang yang cepat dalam mempelajari sesuatu.” Atau Anda mungkin mengenal seseorang yang sangat mudah dalam mengingat nama orang lain? Dia mungkin punya keyakinan: “Saya ini memang tipe orang yang mudah mengingat nama.” Atau seseorang yang sepertinya mudah menghasilkan ide dan mengubahnya menjadi uang. Dia bisa jadi punya keyakinan: “Saya ini memang tipe orang yang mudah mengubah ide menjadi uang.” Nah, keyakinan terhadap diri sendiri inilah yang disebut dengan identitas. Biasanya kalimat identitas diawali dengan: “Saya ini memang tipe orang yang …” “Saya ini orangnya …” “Saya tipikal orang yang …” Maka, untuk menciptakan kebiasaan yang efektif kita bisa lakukan tiga langkah berikut. Pertama, identitas: putuskan Anda ingin menjadi orang yang seperti apa. Kedua, kebiasaan: apa bentuk perilaku yang membuktikan Anda adalah orang yang seperti itu. Ketiga, kemenangan kecil: mulai proses pembuktian dengan menciptakan kemenangan-kemenangan kecil. Ingin lebih sehat? Identitas: saya tipe orang yang aktif, saya lebih suka jalan lewat tangga daripada naik elevator. Kebiasaan: saya terbiasa berjalan 10.000 langkah setiap hari. Kemenangan kecil: install aplikasi pedometer. Berjalan kaki 50 langkah mulai besok saat berangkat pulang kantor. Hari berikutnya naik jadi 100 langkah. Hari berikutnya lagi 150 langkah. Di akhir tahun, Anda akan mencapai target kebiasaan Anda 10.000 langkah per hari. Ingin membaca buku secara teratur? Identitas: saya ini tipikal learner. Kebiasaan: membaca 100 halaman per hari. Kemenangan kecil: mulai dengan membaca 1 paragraf sebelum tidur. Tingkatkan setiap hari sampai Anda mencapai 100 halaman per hari. Ingin menulis buku? Identitas: saya ini penulis, gatel rasanya kalau nggak nulis sehari. Kebiasaan: saya menulis 1000 kata per hari. Kemenangan kecil: mulai dengan menulis satu paragraf setiap hari selama 7 hari ke depan. Kemudian, tambah menjadi dua paragraf setiap hari. Tingkatkan sampai Anda mencapai 1000 kata per hari (Btw, artikel ini sekitar 500 kata. Artinya 1000 kata panjangnya hanya 2x artikel ini). Perhatikan: kuncinya adalah dengan menciptakan kemenangan-kemenangan kecil. Saat tercapai, kemenangan kecil ini akan memperkuat identitas Anda: Ya, ternyata saya memang bisa! Saya memang orang yang seperti ini. Maka, buatlah kemenangan kecil ini semudah mungkin. Sehingga tingkat kesuksesan Anda bisa mencapai 90-100%. Bila terlalu sulit dan potensi gagalnya besar hal ini akan menjadi bumerang yang akan mencederai identitas Anda. Anda akan kehilangan kepercayaan pada diri Anda sendiri. Jadi, apa kebiasaan yang ingin capai? Apa identitas baru Anda? Dan apa kemenangan kecil yang akan Anda ciptakan di awal?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *