5 Cara untuk Melatih Disiplin Diri

5 Cara untuk Melatih Disiplin Diri

“Disiplin diri itu seperti otot. Semakin banyak Anda melatihnya, semakin kuatlah ia” ~Daniel Goldstein

Untuk mencapai tujuan kita, tindakan saja tidak cukup. Kita perlu tindakan yang konsisten terus menerus. Setiap pencapaian memerlukan disiplin pikiran dan disiplin tindakan. Tanpanya, tujuan hanyalah tulisan di atas kertas.

Maka, perlu bagi kita melatih disiplin diri. Berlatih untuk menciptakan kebiasaan berpikir dan bertindak yang baru. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita praktikkan.

5-cara-untuk-melatih-disiplin-diri

Pertama, jadwalkan rutinitas di jam yang sama.
Jadwalkan satu aktivitas rutin di pagi hari. Aktivitas tersebut tidak memerlukan waktu lebih dari 15 menit. Misalnya, Anda ingin memiliki kebiasaan menulis, Anda bisa luangkan waktu 15 menit untuk menulis setiap pagi. Tetapkan jam persisnya. Tunggu melakukan aktivitasnya sampai jam menunjukkan waktu tepat seperti yang dijadwalkan. Ini melatih kita untuk tidak bergantung pada impuls dan mood. Lakukan aktivitas ini untuk 66 hari dan pantau kemajuan Anda.

Menjadwalkan aktivitas seperti ini melatih kita untuk fokus pada prioritas kita. Juga melatih kebiasaan memulai. Batas 15 menit membuat kita tidak terbebani keharusan menyelesaikannya saat itu juga. Ini akan menghindarkan kita dari kebiasaan menunda.

Kedua, ciptakan rutinitas dengan kuota minimum.
Pekerjaan rumah (menyeterika, cuci piring, merapikan isi lemari, menata koleksi buku) seringkali membuat kita malas. Kita sering berharap seandainya ada satu hari longgar, barulah kita akan menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut. Alih-alih demikian, alokasikan waktu 10-20 menit untuk mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Misal, cuci piring, alokasikan 15 menit di pagi hari dan 15 menit di sore hari. Berpeganglah pada jadwal ini. Pada saat mengerjakan, kerjakan hanya 15 menit. Selesai tidak selesai, hentikan pekerjaan Anda setelah 15 menit. Terapkan hal ini pada hal lain, berolahraga misalnya. Awal merutinkan olahraga saya hanya mengalokasikan untuk melakukan jumping jack 30x, ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit. Saat mengerjakan project (membuat website; membuat laporan; dsb), Anda bisa juga terapkan metode yang sama. Keuntungan dari metode ini adalah menghilangkan rasa malas dan penundaan. Karena kecilnya tugas yang harus diselesaikan.

Ketiga, miliki buku catatan harian.
Di awal hari, buka buku catatan Anda. Pikirkan hal-hal yang perlu Anda tuntaskan hari ini. Lalu, buat prioritas. Kerjakan hal terpenting di awal hari. Lakukan aktivitas ini setiap hari dan Anda akan menjadi orang yang bekerja karena prioritas, bukan karena impuls.

Keempat, mulai lebih awal.
Hampir semua pebisnis sukses yang saya ikuti perjalanan hidupnya adalah “Morning Person.” Mereka bangun lebih pagi dibanding pebisnis lainnya. Mereka mengerjakan hal-hal penting di awal hari. Mereka menyelesaikan lebih banyak hal di pagi hari dibandingkan yang orang lain kerjakan seharian.

Kelima, beri hadiah untuk diri Anda sendiri.
Memiliki disiplin diri tidak berarti Anda menjadi orang yang kaku dan kejam pada diri sendiri. Jadwalkan waktu khusus untuk istirahat, liburan, dan menyenangkan diri sendiri. Misal, Anda berhasil berolahraga teratur sesuai jadwal selama sebulan, hadiahi diri Anda dengan spa misalnya. Berhasil mengendalikan pengeluaran Anda selama tiga bulan? Hadiahi diri Anda dengan Rp.500.000,- yang bisa Anda belanjakan sepuasnya di mall misalnya.

5 Cara untuk Melatih Disiplin Diri

“Disiplin diri itu seperti otot. Semakin banyak Anda melatihnya, semakin kuatlah ia” ~Daniel Goldstein

Untuk mencapai tujuan kita, tindakan saja tidak cukup. Kita perlu tindakan yang konsisten terus menerus. Setiap pencapaian memerlukan disiplin pikiran dan disiplin tindakan. Tanpanya, tujuan hanyalah tulisan di atas kertas.

Maka, perlu bagi kita melatih disiplin diri. Berlatih untuk menciptakan kebiasaan berpikir dan bertindak yang baru. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita praktikkan.

5-cara-untuk-melatih-disiplin-diri

Pertama, jadwalkan rutinitas di jam yang sama.
Jadwalkan satu aktivitas rutin di pagi hari. Aktivitas tersebut tidak memerlukan waktu lebih dari 15 menit. Misalnya, Anda ingin memiliki kebiasaan menulis, Anda bisa luangkan waktu 15 menit untuk menulis setiap pagi. Tetapkan jam persisnya. Tunggu melakukan aktivitasnya sampai jam menunjukkan waktu tepat seperti yang dijadwalkan. Ini melatih kita untuk tidak bergantung pada impuls dan mood. Lakukan aktivitas ini untuk 66 hari dan pantau kemajuan Anda.

Menjadwalkan aktivitas seperti ini melatih kita untuk fokus pada prioritas kita. Juga melatih kebiasaan memulai. Batas 15 menit membuat kita tidak terbebani keharusan menyelesaikannya saat itu juga. Ini akan menghindarkan kita dari kebiasaan menunda.

Kedua, ciptakan rutinitas dengan kuota minimum.
Pekerjaan rumah (menyeterika, cuci piring, merapikan isi lemari, menata koleksi buku) seringkali membuat kita malas. Kita sering berharap seandainya ada satu hari longgar, barulah kita akan menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut. Alih-alih demikian, alokasikan waktu 10-20 menit untuk mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Misal, cuci piring, alokasikan 15 menit di pagi hari dan 15 menit di sore hari. Berpeganglah pada jadwal ini. Pada saat mengerjakan, kerjakan hanya 15 menit. Selesai tidak selesai, hentikan pekerjaan Anda setelah 15 menit. Terapkan hal ini pada hal lain, berolahraga misalnya. Awal merutinkan olahraga saya hanya mengalokasikan untuk melakukan jumping jack 30x, ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit. Saat mengerjakan project (membuat website; membuat laporan; dsb), Anda bisa juga terapkan metode yang sama. Keuntungan dari metode ini adalah menghilangkan rasa malas dan penundaan. Karena kecilnya tugas yang harus diselesaikan.

Ketiga, miliki buku catatan harian.
Di awal hari, buka buku catatan Anda. Pikirkan hal-hal yang perlu Anda tuntaskan hari ini. Lalu, buat prioritas. Kerjakan hal terpenting di awal hari. Lakukan aktivitas ini setiap hari dan Anda akan menjadi orang yang bekerja karena prioritas, bukan karena impuls.

Keempat, mulai lebih awal.
Hampir semua pebisnis sukses yang saya ikuti perjalanan hidupnya adalah “Morning Person.” Mereka bangun lebih pagi dibanding pebisnis lainnya. Mereka mengerjakan hal-hal penting di awal hari. Mereka menyelesaikan lebih banyak hal di pagi hari dibandingkan yang orang lain kerjakan seharian.

Kelima, beri hadiah untuk diri Anda sendiri.
Memiliki disiplin diri tidak berarti Anda menjadi orang yang kaku dan kejam pada diri sendiri. Jadwalkan waktu khusus untuk istirahat, liburan, dan menyenangkan diri sendiri. Misal, Anda berhasil berolahraga teratur sesuai jadwal selama sebulan, hadiahi diri Anda dengan spa misalnya. Berhasil mengendalikan pengeluaran Anda selama tiga bulan? Hadiahi diri Anda dengan Rp.500.000,- yang bisa Anda belanjakan sepuasnya di mall misalnya.

 

Comments are closed!